Wednesday, November 7, 2018

Pembelajaran 3 : Mengakses Properties di PHP OOP

Belajar PHP OOP - Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Mengakses Properties di PHP OOP. Sebelumnya kita telah membahas mengenai Membuat Function/Method didalam Class, Bagi yang belum membacanya bisa dibaca di Membuat Function/Method didalam Class. Baiklah langsung saja kita masuk ke pembahasan.



Pada pembahasan sebelumnya, telah kita ketahui bahwa properties dari suatu object itu merupakan value dari variable yang ada didalam class.

Lantas, bagai mana cara mengakses properties tersebut dari suatu object? berikut ini contoh codingnya.


<?php

class kendaraaan {
   var $jumlahRoda;
   var $warna;
   var $harga;
   var $merek;

   function status harga() {
 if($this->harga > 50000000) {
     $status = 'Mahal';
 } else {
     $status = 'Murah';
 }
 return $status;
}
   function setMerek($x) {
 $this->merek = $x;
}
   function setHarga($x) {
 $this->harga = $x;
}
}

$kendaran1 = new kendaraan();
$kendaraan1->setMerek('Honda Revo');
$kendaraan1->setHarga(100000000);
echo 'Harga Dari '.$kendaran1->merek.' adalah Rp. '.$kendaran1->harga;

?>





Perhatikan pada bagian perintah

$kendaraan1->harga
dan
$kendaraan1->merek

Kedua perintah diatas adalah digunakan untuk mengakses value dari property object $kendaran1, yaitu 'merek' dan 'harga'. Jika coding diatas dijalankan, maka akan diperoleh hasil :
"Harga dari Honda Revo adalah Rp.1000000"

Selain cara diatas kita juga bisa menggunakan method dalam membaca properties dari suatu object, dan cara seperti inilah yang paling disarankan dalam sistem OOP. Berikut ini contoh codingnya.


<?php

class kendaraaan {
   var $jumlahRoda;
   var $warna;
   var $harga;
   var $merek;

   function status harga() {
 if($this->harga > 50000000) {
     $status = 'Mahal';
 } else {
     $status = 'Murah';
 }
 return $status;
}
   function setMerek($x) {
 $this->merek = $x;
}
   function setHarga($x) {
 $this->harga = $x;
}
  function getMerek() {
 return $this->merek;
}
  function getHarga() {
 return $this->harga;
}
}

$kendaran1 = new kendaraan();
$kendaraan1->setMerek('Honda Revo');
$kendaraan1->setHarga(100000000);
echo 'Harga Dari '.$kendaran1->getMerek().' adalah Rp. '.$kendaran1->getHarga;

?>

Penjelasan : 

Dalam contoh coding diatas, untuk mengakses property merek, dibuat sebuah function seperti berikut ini.


  function getMerek() {
 return $this->merek;
}

Sedangkan function untuk merngakses property harga adalah seperti berikut.


  function getHarga() {
 return $this->harga;
}

Selanjutnya untuk mengakses property nama merek kendaraan cukup memanggil function getMerek() saja seperti berikut.
$kendaran1->getMerek()

Begitu juga untuk mengakses propery harga melalui function getHarga();
$kendaran1->getHarga()

Sekian dulu untuk pembelajaran kali ini, silahkan dipelajari dan dipahami, bila ada yang kurang paham bisa bertanya melalui kolom komentar, nanti akan saya jawab sebisanya. Jangan lupa shere artikel ini agar lebih bermanfaat. Terimakasih.

Read More

Monday, November 5, 2018

Pembelajaran 2 : Membuat Function/Method didalam Class

Belajar PHP OOP - Pada pembelajaran kali ini kita akan membahas mengenai cara membuat function/method didalam sebuah Class. Sebelumnya kita telah membahas mengenai cara membuat Class di PHP OOP. Jika kalian belum membacanya bisa kalian baca di Mendefinisikan Class di PHP OOP. Baiklah langsung saja masuk ke pembahasan.



Seperti yang didalam pembahasan sebelumnya, bahwa dalam sebuah class bisa dibuat function. Sebuah function didalam suatu class dinamakan sebuah method, dan sebuah method jika kita banyangkan adalah segala hal yang terkait dengan pekerjjaan atau proses yan dapat diberikan pada suatu object. Sebagai contoh method dalam kehidupan sebahri hari, adalah pada object 'mahasiswa'. Sebuah method kita bisa berikan pada mahasiswa tersebut misalnya, 'proses kuliah'. Didalam sebuah method 'proses kuliah' itu terdapat rangkaan proses mulai dari :

  1. registrasi kuliah
  2. kuti kuliah
  3. ikuti ujian
  4. jika ujian tidak lulus, maka ulangi ikuti kuliah


Itulah sebagai contoh gambaran method dalam kehidupan sehari-hari.





Berikut ini adalah sebuah contoh function yang dibuat dalam sebuah class. function didalam contoh berikut ini kita gunakan untuk menentukan apakah sebuah mobil harganya mahal atau tidak. disini kita mendefinisikan jika mobil yang dikatakan mahal adalah mobil yag harganya diatas 100 juta, dan jika dibawah 100 juta maka dikatakan murah.


<?php

class mobil {
  var $jumlahRoda;
  var $warna;
  var $bahanBakar;
  var $harga;
  var $merek;

  function cekHarga() {
 if($this->harga > 100000000) {
  $status = 'Mahal';
 } else {
  $status = 'Murah';
 }
return $status;
}

}
?>

Perhatikan perintah :
$this->harga

Variable $this merupakan built in variable yang dignakan untuk mengakses property atau method yang ada dalam class tersebut. Sehingga perintah $this-> harga digunakan untuk mengakses atau membaca property dari $harga yang ada didalam class mobil..

Catatan :

Variable $status dalam function cekharga() bukanlah termasuk property dari class kendaraan karena tidak didefinisikan dalam bentuk var $status;

Sekian dulu untuk pembelajaran kali ini, silahkan dipelajari dan dipraktekkan agar lebih paham. Bila ada yang ingin ditanyakan bisa bertanya melalui kolom komentar, nanti akan saya jawab sebisanya. Jangan lupa shere artikel ini agar lebih bermanfaat. Terimakasih.
Read More

Pembelajaran 1 : Mendefinisikan Class di PHP OOP

Belajar PHP OOP - Pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai pembuatan Class dan Property di PHP OOP. Sebelumnya kita telah membahas ngenai pengenalan PHP OOP, bagi yang belum membacanya bisa dibaca di artikel sebelumnya di Pengenalan PHP OOP(OBJECT ORIENTED PROGRAMMING).



Dalam OOP, sebuah class merupakan blueprint dari sebuah object. Mungkin kalian bertanya, apa bedanya class dengan sebuah function? Sebuah class bisa berisi variable dan function. Variable yang terletak di dalam class, dinakan property dan function yang ada didalam sebuah class dinakan method.

Untuk membuat sebuah class strukturnya adalah sebahgai berikut.


<?php

class namaClass {
 var namaVariable;
                .
                .
                .
}

?>

Sebagai contohnya adalah misalkan kita membuat sebuah class dengan nama robot.


<?php

class robot {
 var $kepala;
 var $tangan;
 var $badan
 var $kaki;
 var $telinga;
}
?>


Dalam contoh diatas, yang merupakan sebuah property dari class robot tersebut adalah : kepala, badan, tangan, kaki, dan telinga.

Sebuah property dari suatu class dapat kita bayangkan sebagai sifat atau informasi yang melekat dari suatu object. Sebagai contoh misalkan kita sebuah object 'Mahasiswa', maka property dari mahasiswa diantaranya adalah, nim, nama, alamat, jurusan, fakulta, dan lainlain.





Bagaimana cara menampilkan nilai/value dari variable tersebut? muda. beriktu ini contoh codingnya.


<?php

  // nama class
  class belajarphp {

    // property
    public $hello = 'Hello World';
  }

  // buat object baru
  $pesan = new belajarphp;

  // tampilkan isi property $hello
  echo $pesan->hello;

 ?>

Dan jika kita jalankan maka akan menampilkan pesan "Hello World".

Sekian dulu untuk pembelajaran kali ini, silahkan dipelajari dan dipraktekkan agar lebih paham. Bila ada yang ingin ditanyakan bisa bertanya melalui kolom komentar, nanti akan saya jawab sebisanya. Jangan lupa shere artikel ini agar lebih bermanfaat. Terimakasih.
Read More

Tuesday, October 30, 2018

Pengenalan PHP OOP(OBJECT ORIENTED PROGRAMMING)

OBJECT ORIENTED PROGRAMMIN(OOP) adalah sebuah metode pemrograman yang menggunakan metode beroientasi objek. Maksudnya adalah lebih mengarah ke object dalam sebuah sistem tersebut. Sebelumnya yang kita bahas adalah sebuah sebuah pemrograman php prosedural. Bedanya PHP OOP denan PHP PROSEDURAL adalah terletak metode penulisannya saja.


Konsep OOP pada PHP

Berikut ini adalah daftar istilah-istilah yang akan sering kita gunakan dalam membuat aplikasi berbasis objek pada PHP.

  1. Class - Class / Kelas bisa diumpamakan sebagai template atau kerangka yang bisa digunakan untuk membuat banyak objek yang sama.
  2. Objek - Objek ini di defenisikan oleh sebuah Class/kelas. Kita hanya mendefinisikan kelas satu kali dan bisa membuat banyak objek yang sama. Objek juga dikenal sebagai instance.
  3. Member Variable - Merupakan variabel - variable yang didefenisikan di dalam sebuah kelas. Variabel-variabel ini juga disebut sebagai atribut objek setelah objek baru dibuat.
  4. Member function - Function yang didefinisikan di dalam sebuah kelas dan dapat digunakan untuk mengakses objek data
  5. Inheritance - Merupakan Pewarisan, Sebuah parent class/ kelas induk bisa mewarisi seluruh fungsi yang ada pada kelas tersebut. child class yang bisa menggunakan fungsi dan kelas induk/ parent class nya.
  6. Parent Class - Class yang diwarisi dari Class lain. Biasa juga disebut base class or super class.
  7. Child Class - Merupakan Class yang mewarisi Class lain. Biasa juga disebut subclass or derived class.
  8. Polymorphism - Merupakan konsep dasar pemrograman berorientasi objek dimana fungsi yang sama dapat digunakan untuk tujuan yang berbeda.
  9. Constructor- Merupakan sebuah fungsi khusus yang akan dipanggil secara otomatis setiap kali kita membuat objec baru dari kelas tersebut.
Dan masih banyak lagi istilah-istilah untuk konsep PHP OOP ini.






Keuntungan Menggunakan PHP OOP

Membuat program dengan menggunakan pemrograman PHP OOP ini memiliki banyak keuntungan di bandingkan dengan pemrograman PHP PROSEDURAL(Native). Walaupun sebenarnya kita bisa membuat sebuah program dengan menggukan PHP PROSEDURAL secara kompleks. Berikut ini adalah keuntungan yang diperoleh dari menggunakan PHP OOP.


  1. Lebih mudah dipahami, karena penulisan kode dengan konsep OOP sangat terstruktur.
  2. Lebih irit waktu dan penulisan kode, tulis kode sekali panggil berkali-kali.
  3. Lebih mudah dalam tahap pengembangan aplikasi
  4. Jika migrasi ke PHP Framework akan lebih mudah, karena PHP framework sendiri sudah menggunakan konsep OOP.

Mungkin 4 item ini bisa dijadikan bahan pertimbangan untuk para programmer lainnya apakah memutuskan untuk tetap prosedural ataukah oop, baik dua-duanya, semuanya bisa dipakai dengan baik. 

Bagi kalian yang ingin belajar pemrograman PHP OOP ini bisa mengikuti tutorial ini step-by-step. 
Sekian dulu untuk pembelajaran kali ini, lebih dan kurang saya mohon maaf. Jangan lupa shere artikel ini agar lebih bermanfaat. Jangan lupa juga follow berbagai media sosial kami agar tidak ketinggalan informasi mengenai artikel terbaru kami. Terima kasih.
Read More

Sunday, October 28, 2018

Macam-macam Array dan Penggunaannya di PHP

Array merupakan sebuah varibel yang memiliki banyak nilai, maksudnya dalam sebuah variabel, nilai dari variabel tersebut lebih dari satu. Array ini sangat berfungsi dalam sebuah sistem ddidalam program. Misalnya dalam pengolahan data. Array ini difungsikan untuk menyimpan nilai-nilai yang dibutuhkan didalam sebuah program untuk diolah.

Dan pada pembahasan kali ini kita akan membahas mengenai Macam-macam Array dan Penggunaannya di PHP. Sebelumnya kita telah membahas mengenai Macam-macam Looping di PHP. silahkan dibaca terlebih dahulu agar lebih memahami lebih dalam tentang pemrograman PHP.



Baiklah kita langsung saja masuk kepembahasan, didalam Array, pada umumnya terdapat 3 jenis array. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Simple Array

Array ini merupakan sebuah array paling dasar, array ini sering disebut dengan arraya biasa karena array jenis ini menyimpan penamaan index dengan vesi standar dari aturannya yaitu dari index [0],[1],[2],[3], .... dan seterusnya. Contohnya adalah sebagai berikut ini.


<?php
print("<pre>");
 $arraybiasa = ["ayam","kambing","kucing"];
 echo ">> Array biasa <<"."<br> <br>";
 print_r($arraybiasa);
?>

Dan hasil dari array diatas adalah seperti berikut ini.



2. Assosiatif Array

Array ini sama seperti jenis array sebelumnya, hanya saja array ini mengganti nama indexnya sesuai kehendak kita, dinama array yang sebelumnya menggunakan penomoran index(0,1,2,3,...) array ini kita bisa mengkustomisasi nama dari index nilai yang kita masukkan. Contohnnya adalah seperti berikut ini.


<?php
echo "<br>";
 echo "<br> >> Array Assosiatif <<"."<br>";
$arrayAssosiatif = [
  "binatang" => "kucing",
   "tumbuhan" =>"pisang"
 ];
print_r($arrayAssosiatif);
?>

Dan berikut ini adalah hasil dari array diatas.



3. Array multi dimensi

Array jenis ini sistemnya sama seperti array-array sebelumnya. Hanya saja array jenis ini mampu menyimpan array didalam sebuh niali array. Maksudnya adalah dimana dalam sebuah array, nilainya bisa menyimpan bentuk array juga. Contohnya adalah seperti berikut ini.


<?php
echo "<br>";
$multi = [
 "negara" =>["negaraku" => "indonesia","negara-orang"=>"australia"],
 "benua" =>["a" => "australia","b"=>"asia","c"=>"afrika"],
 "planet" =>["abc" => "matahari","def" =>"bumi","ghj" =>"bulan"]
];
echo "<br> >> Array Multi Dimensi <<"."<br>";
print_r($multi);
?>


dan untuk array diatas, hasilnya adalah sebagai berikut.




Setelah mempelajari macam-macam array berikut silahkan dipraktekkan agar lebih memahami dan menguasai materinya. Dan bila ada yang kurang paham bisa bertanya melalui kolom komentar.

Sekian dulu untuk pembahasan kali ini, lebih dan kurang saya mohon maaf, terima kasih.
Jangan lupa share artikel ini agar lebih bermanfaat bagi yang lainnya.
Read More

Saturday, October 20, 2018

Membuat CRUD menggunakan PHP dan MySQL

Pada pembahasan kali ini kita akan membahas menganai cara membuat CRUD menggunakan PHP dan MySQL. CRUD merupakan system dasar untuk membuat aplikasi baik itu dibagian Web, Desktop, maupun Mobile. Untuk pembahasan kali ini kita membuat crud di bagian mobile. Untuk membuat CRUD, terlebih dahulu kita membuat database nya agar seluruh data yang kita olah dapat tersimpan dan juga dapat diolah kembali dimasa mendatang.



Sebelumnya kita telah membahas mengenai Membuat RESTFUL API menggunakan PHP. Pada dasarnya CRUD pada pembahasan kali ini prinsipnya sama seperti pembahasan sebelumnya, hanya saja RESTFUL API hanya prosesnya saja(Tanpa menggunakan desain HTML dan CSS).

Baiklah langsung saja masuk ke inti pembahasan. Pertama-tama silahkan buat terlebih dahulu sebuah database dengan nama lks2. Lalu buatlah table nya dengan field seperti berikut ini.


Setelah membuat database seperti diatas, langkah selanjutnya adalah dengan membuat koneksi php ke database. Silahkan buat sebuah file dengan nama konektor.php. Kemudian masukkan script dibawah ini.


<?php
$host = "localhost";
$user = "root";
$pass = "";
$db = "lks2";

$con = new mysqli($host,$user,$pass,$db) or die ("tidak bisa koneksi ke database");
?>

Langkah selanjutnya dalah dengan membuat file index.php. Silahkan buat file tersebut dan masukkan script dibawah ini.


<?php
include "konektor.php";
$SQL = mysqli_query($con,"SELECT * FROM volunter");
$nomor = 1;
?>
<html>
<head>
<title>Formulir Pendaftaran Volunteer Asian Games 2018</title>
 <link rel="stylesheet" type="text/css" href="style-home.css">
 <script type="text/javascript" src="js/jquery.js"></script>
 <script type="text/javascript">
  
 </script>
</head>
<body>
 <div class="">
 <div class="header">
  <div><img src="profile/header.png" class="logo"></div>
  <p class="txtHeader">Administrator</p>
  </div>
  <div><input type="submit" id="btnProfile" class="btnProfile" value="Administrator">
  </div>
  <div></div>
 </div>
 <div class="navbar">
 <ul>
  <div><img class="logoProfile" src="profile/user-lk.png"></div>
  <li>
  <form method="post" action="">
  <input type="button" id="btn1" class="active btn btn1" value="Data Volunteer"></li>
  </form>
 </div>
 <div class="contentarea">
 <div id="bg"></div>
 <div id="data-user">
  <h1>Data Volunteer</h1>
  <div><a href="add.php" class="btnTambah" name="tambahVol" > + Tambah Data</a></div>
  <div class="bdBottom"></div>
  <table cellpadding="8">
  <th>Nomor</th>
  <th>Nomor KTP</th>
  <th>Nama</th>
  <th>Jenis Kelamin</th>
  <th>Alamat</th>
  <th>Cabang Olahraga</th>
  <th>Opsi</th>
  
  <?php while($row = mysqli_fetch_array($SQL)) { ?>
  <tr>
   <td><?php echo $nomor++ ?></td>
   <td><?php echo $row['noktp']; ?></td>
   <td><?php echo $row['nama']; ?></td>
   <td><?php echo $row['jeniskelamin']; ?></td>
   <td><?php echo $row['alamat']; ?></td>
   <td><?php echo $row['cabor']; ?></td>
   <td><a href="edit.php?noktp=<?php echo $row['noktp']; ?>" class="btnEdit">Edit</a> | <a href="delete.php?noktp=<?php echo $row['noktp']; ?>" class="btnDel">Hapus</a></td>
  </tr>
  <?php }?>
  </table>
 </div>

 </div>
 <div class="footer">
  <div><p class="copyright">CopyRight &copy 2018. All Right Reserved.</p></div>
 </div>
</body>
</html>

<?php
if(isset($_POST['tambahVol'])) {
 header("location:https://www.portalcoding.com");
}

?>

Selanjutnya silahkan buat sebuah file css  dengan nama file style-home.css untuk file index agar lebih ganteng tampilannya. kode cssnya seperti berikut ini.


a {
text-decoration: none;
color: rgb(222, 55, 8);
transition: 5s;
}
table, td, th, tr {
 border: 3px solid rgb(3, 116, 158);
 border-collapse: collapse;
}
th {
 background-color: rgb(232, 61, 7);
}
td {
 text-align: center;
}
li {
 list-style-type:none;
}
table img {
 height:70px;
 width:80px;
}
.home {
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 0px;
  width: 1250px;
  height: 1150px;
  z-index: 16;

}
.copyright {
  font-size: 15px;
  color: #ffffff;
  font-weight: bold;
  line-height: 1.2;
  right:30px;
  position: absolute;
  top: 5%;
  z-index: 15;
}
.txtbtn {
  font-size: 25px;
  font-family: "Myriad Pro";
  color: rgb(2, 2, 102);
  font-weight: bold;
  line-height: 1.2;
  text-align: left;
  position: absolute;
  left: 1097.898px;
  top: 39px;
  z-index: 14;
}
.btn {
 font-size:18px;
 font-style:bold;
 color: rgb(2, 2, 102);
 background-color: rgb(64, 229, 144);
}
.active {
 background-color: rgb(61, 146, 239);
 font-size:18px;
 font-style:bold;
 color: rgb(2, 2, 102);
 width: 100%;
    height: 50px;
}
.btn:hover {
 background-color: rgb(61, 146, 239);
 transition: 0.5s;
}
.btn1 {
  cursor:pointer;
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 40%;
  width: 100%;
  height: 50px;
  z-index: 13;
}
.btn2 {
  cursor:pointer;
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 49%;
  width: 100%;
  height: 50px;
  z-index: 12;
}
.btn3 {
  cursor:pointer;
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 58%;
  width: 100%;
  height: 50px;
  z-index: 11;
}
.logoProfile {
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  border-radius: 10px;
  background-color: rgb(235, 235, 235);
  position: absolute;
  left: 10%;
  top: 2%;
  width: 210px;
  height: 200px;
  z-index: 10;
}
.txtHeader {
  color: #ffffff;
  font-size: 30px;
  font-family: "Myriad Pro";
  font-weight: bold;
  line-height: 1.2;
  text-align: left;
  position: absolute;
  left: 85px;
  top: -20px;
  z-index: 9;
}
.logo {
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  border-radius: 50%;
  background-color: rgb(235, 235, 235);
  position: absolute;
  left: 25px;
  top: 4px;
  width: 55px;
  height: 50px;
  z-index: 8;
}
.btnProfile {
  border-width: 0px;
  color: #ffffff;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  border-radius: 10px;
  background-color: rgb(0, 174, 239);
  position: absolute;
  right:20px;
  top: 12px;
  cursor:pointer;
  width: auto;
  height: 35px;
  z-index: 7;
}
.btnProfile:hover {
  color: #ffffff;
  transition: 0.5s;
  background-color: rgb(3, 116, 158);
  border-radius: 10px;
  position: absolute;
  right:20px;
  top: 12px;
  cursor:pointer;
  width: auto;
  height: 35px;
  z-index: 7;
}
.btnTambah {
  color: #ffffff;
  transition: 0.5s;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  border-radius: 10px;
  background-color: rgb(0, 174, 239);
  position: absolute;
  right:20px;
  top: 12px;
  padding: 15px;
  text-align: center;
}
.btnTambah:hover {
  border-radius: 10px;
  background-color: rgb(3, 116, 158);
  position: absolute;
  border: 2px;
  right:20px;
  top: 12px;
  padding: 15px;
  text-align: center;
  color: #ffffff;
}
.btnEdit {
  color: #ffffff;
  transition: 0.5s;
  border-radius: 2px;
  background-color: rgb(0, 174, 239);
  padding: 5px;
  text-align: center;
}
.btnEdit:hover {
  background-color: rgb(3, 116, 158);
  text-align: center;
}
.btnDel {
  color: #ffffff;
  transition: 0.5s;
  border-radius: 2px;
  background-color: rgb(191, 56, 13);
  padding: 5px;
  text-align: center;
}
.btnDel:hover {
  background-color: rgb(189, 66, 27);
  text-align: center;
}
.navbar {
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  background-color: rgb(60, 184, 120);
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 60px;
  width: 270px;
  height: 90.9%;
  z-index: 6;
}
.contentarea {
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  background-color: rgb(235, 235, 235);
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 60px;
  width: 100%;
  height: auto;
  z-index: 5;
}
.footer {
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  background-color: rgb(1, 116, 243);
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 100%;
  width: 100%;
  height: 60px;
  z-index: 4;
}
.header {
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  background-color: rgb(61, 146, 239);
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 0px;
  width: 100%;
  height: 60px;
  z-index: 3;
}
.container {
  background-image: url("container.png");
  position: absolute;
  left: 0px;
  top: 0px;
  width: 100%;
  height: 100%;
  z-index: 2;
}
.bdBottom {
 border-bottom: 2px solid #000;
 margin-bottom: 20px;
 width: 100%
}
.downUser {
  display:none;
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  background-color: rgb(61, 146, 239);
  position: absolute;
  right:5px;
  top: 44px;
  width: 140px;
  height: 96px;
  z-index: 16;
}
.btnUser {
  cursor:pointer;
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  border-radius: 10px;
  background-color: rgb(0, 174, 239);
  position: absolute;
  right:0%;
  top: 14px;
  width: 100%;
  height: 35px;
  z-index: 18;
}
.btnLogout {
  cursor:pointer;
  border-width: 0px;
  border-color: rgb(255, 255, 255);
  border-radius: 10px;
  background-color: rgb(0, 174, 239);
  position: absolute;
  right:0%;
  top: 54px;
  width: 100%;
  height: 35px;
  z-index: 17;
}
#data-user{
 left:280px;
 margin:0px;
 width: auto; 
 height: auto;
 position: absolute;
 z-index:1002;
 background: white;
}
#data-user h1 {
 left: 290px;
}


Dan tampilannya seperti berikut ini.


Setelah membuat file index, selanjutnya kita membuat form untuk tambah. Silahakan buat sebuah file dengan nama add.php. dan masukkan coding berikut ini didalamnya.



<?php
include "konektor.php";
?>
<html>
<head>
 <title>Formulir Pendaftaran Volunteer Asian Games 2018</title>
 <link rel="stylesheet" type="text/css" href="style.css">
<head>
<body>

<div class="layout">
 <div class="background">
  
  <h2>Formulir Pendaftaran Volunteer Asian Games 2018</h2>
  <div class="setback">
  <a href="index.php" class="back"><b><= </b></a>
  </div>
  <div class="form">
   <form method="post" action="">
  <div>
   <label for="noktp" class="label">Nomor KTP
   </label>
    <input type="text" class="form-input" placeholder="Nomor KTP" name="noktp">
  </div>

  <div>
  <label for="nama" class="label">Nama
  </label>
   <input type="text" class="form-input" placeholder="Nama Anda" name="nama">
  </div>
  
  <div>
  <label for="radiobtn" class="label">Jenis Kelamin
   <input type="radio" class="radiobtn" value="Laki-laki" name="jk">Laki-laki
   <input type="radio" class="radiobtn-pr" value="Perempuan" name="jk">Perempuan
  </label>
  </div>
  
  <div>
  <label for="alamat" class="label"> Alamat
  </label>
   <textarea class="textarea form-input "  name="alamat"></textarea>
  </div>
  
  <div>
  <label for="cabor" class="label"> Cabang Olahraga
  </label>
   <select class="form-input" name="cabor">
    <option>Atletik</option>
    <option>Sepak Bola</option>
    <option>Bola Basket</option>
    <option>Taekwondo</option>
    <option>Panahan</option>
   </select>
  </div>
  <div>
   <input type="submit" class="btn-login" value="Simpan" name="simpan">
   </div>
  </form>

  </div>
 </div>
</div>
<div>
  <p class="copyright">Copyright @ 2018. Allright Reserved.</p>
 </div>
</body>
</html>

<?php
if(isset($_POST['simpan'])) {
 $noktp = $_POST['noktp'];
 $nama = $_POST['nama'];
 $jeniskelamin = $_POST['jk'];
 $alamat = $_POST['alamat'];
 $cabor = $_POST['cabor'];
 
 $SQL = $con -> prepare("INSERT INTO volunter(noktp,nama,jeniskelamin,alamat,cabor) VALUES(?,?,?,?,?)");
 $SQL -> bind_param("sssss",$noktp,$nama,$jeniskelamin,$alamat,$cabor);
 $SQL ->execute();
 
 if($SQL) {
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    alert('Upload Data Berhasil !!!');
   </script>
  ";
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    window.location ='index.php';
   </script>
  ";
 } else {
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    alert('Upload Data Gagal !!!');
   </script>
  ";
 }
}
?>

dan untuk css nya silahkan buat file dengan nama style.css dan masukkan coding berikut didalamnya.


h1, h2, h3 {
 color: #ffffff;
}
label {
  text-align: left;
  display: block;
  padding: 0.5em 1.5em 0.5em 0;
}
.back {
 background-color: #445c8e;
 font-family: arial;
 border-radius : 50%;
 font-size: 15px;
 color: #ffffff;
 padding: 20px;
 text-decoration: none;
 margin-left: 20px;
} 
.setback {
 margin-top: -70px;
 margin-bottom: 60px;
}
.form {
 padding-top: 10px;
 padding-left: 20px;
}
.header {
 
 height: 100px;
 width: 100%;
 background-color:  #1a53ff;
}

.background {
 margin-top: 20px;
 border-radius: 10px;
 margin-left: 200px;
 background-color: #4b74ca;
 height: 600px;
 width:  1000px;
}
.background h2 {
 font-family:arial;
 font-size: 25px;
 padding-top: 25px;
 padding-left: 10px;
 padding-bottom: 30px;
 text-align: center;
}

.label {
 font-size: 20px;
 font-family: arial;
 color: #ffffff;
 margin-left: 40px;
 text-align: left;
}
.radiobtn {
 width: 25px;
 height:15px;
 padding-left:10px;
 margin-left: 80px;
 margin-top: -50px;
 margin-bottom: 20px;
}
.radiobtn-pr {
 border-color: #5785e6;
 border-radius:10px;
 width: 25px;
 height:15px;
 padding-left:10px;
 margin-left: 10px;
 margin-bottom: 20px;
 margin-top: -50px;
}
.form-input {
 border-color: #5785e6;
 border-radius:10px;
 height: 50px;
 width: 250px;
 padding-left:10px;
 margin-left: 250px;
 margin-top: -50px;
 margin-bottom: 20px;
}

.textarea {
 height: 100px;
 padding: 10px;
}
.btn-login {
 height:50px;
 width:250px;
 border:0px;
 border-radius: 10px;
 padding-left:10px;
 margin-left: 250px;
 margin-bottom: 20px;
 background-color: #445c8e;
 color : #ffffff;
}
.btn-login:hover, .back:hover  {
 background-color: #394e7a;
 transition: 0.5s;
}
.btn-add {
 border-radius: 10px;
 border: 2px solid #ffffff;
 background-color:  #f2f2f2;
 padding-bottom: 20px;
 height: 20px;
 width: 200px;
 font-size: 20px;
 font-family:arial;
}
.copyright {
 color: #ffffff;
 margin-top: -35px;
 font-size: 15px;
 text-align: right;
 padding-right: 220px;
 font-family:arial;
 
}

dan tampilannya dalah seperti berikut ini.


Langkah berikut nya adalah dengan membuat form edit buatlah file dengan nama edit.php. Formnya sama seperti yang form tambah. Berikut ini codingnya.


<?php
include "konektor.php";
$noktp = $_GET['noktp'];
$SQL = mysqli_query($con,"SELECT * FROM volunter where noktp='$noktp'");
?>
<html>
<head>
 <title>Formulir Pendaftaran Volunteer Asian Games 2018</title>
 <link rel="stylesheet" type="text/css" href="style.css">
<head>
<body>

<div class="layout">
 <div class="background">
  
  <h2>Formulir Pendaftaran Volunteer Asian Games 2018</h2>
  <div class="setback">
  <a href="index.php" class="back"><b><= </b></a>
  </div>
  <div class="form">
   <form method="post" action="">
  <?php while($row = mysqli_fetch_array($SQL)) { ?>
  <div>
   <label for="noktp" class="label">Nomor KTP
   </label>
    <input type="text" class="form-input" value="<?php echo $row['noktp']; ?>" name="noktp">
  </div>

  <div>
  <label for="nama" class="label">Nama
  </label>
   <input type="text" class="form-input" value="<?php echo $row['nama']; ?>" name="nama">
  </div>
  
  <div>
  <label for="radiobtn" class="label">Jenis Kelamin
   <input type="radio" class="radiobtn" value="Laki-laki" name="jk">Laki-laki
   <input type="radio" class="radiobtn-pr" value="Perempuan" name="jk">Perempuan
  </label>
  </div>
  
  <div>
  <label for="alamat" class="label"> Alamat
  </label>
   <textarea class="textarea form-input "  name="alamat"><?php echo $row['alamat']; ?></textarea>
  </div>
  
  <div>
  <label for="cabor" class="label"> Cabang Olahraga
  </label>
   <select class="form-input" name="cabor">
    <option><?php echo $row['cabor']; ?></option>
    <option>Atletik</option>
    <option>Sepak Bola</option>
    <option>Bola Basket</option>
    <option>Taekwondo</option>
    <option>Panahan</option>
   </select>
  </div>
  <?php } ?>
  <div>
   <input type="submit" class="btn-login" value="Simpan" name="simpan">
   </div>
  </form>

  </div>
 </div>
</div>
<div>
  <p class="copyright">Copyright @ 2018. Allright Reserved.</p>
 </div>
</body>
</html>
<?php
if(isset($_POST['simpan'])) {
 $noktp = $_POST['noktp'];
 $nama = $_POST['nama'];
 $jeniskelamin = $_POST['jk'];
 $alamat = $_POST['alamat'];
 $cabor = $_POST['cabor'];
 
 $SQL = $con -> prepare("UPDATE volunter SET nama=?, jeniskelamin=?, alamat=?, cabor=? WHERE noktp=? ");
 $SQL -> bind_param("sssss",$nama,$jeniskelamin,$alamat,$cabor,$noktp);
 $SQL -> execute();
 
 if($SQL) {
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    alert('Update Data Berhasil !!!');
   </script>
  ";
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    window.location ='index.php';
   </script>
  ";
 } else {
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    alert('Update Data Gagal !!!');
   </script>
  ";
 }
}
?>

Dan berikut ini dalah tampilannya dari form edit.


dan terakhir adalah dengan membuat file delete. silahkan buat sebuah file dengan nama delete.php dan masukkan coding berikut ini didalamnya.


<?php
include "konektor.php";
$noktp = $_GET['noktp'];
$SQL = $con -> prepare("DELETE FROM volunter WHERE noktp=?");
$SQL -> bind_param("s",$noktp);
$SQL -> execute();

if($SQL) {
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    alert('Delete Data Berhasil !!!');
   </script>
  ";
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    window.location ='index.php';
   </script>
  ";
 } else {
  echo "
   <script type='text/javascript'>
    alert('Delete Data Gagal !!!');
   </script>
  ";
 }
?>

Setelah membuat seleruh file diatas, jangan lupa disave dan silahkan dijalankan. Selamat kalian telah membuat sebuah crud sederhana menggunakan PHP dan MySQL.

Kalian bisa mendownload file nya disini. >> Klik Disini <<

Sekian dulu untuk pembahasan kali ini, bila ada yang ingin ditanyakan bisa berkomentar dibawah ini, nanti akan saja jawab sebisanya. Jangan lupa shere artikel ini agar lebih bermanfaat. Terima kasih.
Read More